Di era 90-an, sebelum era streaming dan serial web, ada film Swedia yang berhasil mengguncang dunia dengan cerita yang manis sekaligus pahit. Film itu adalah All Things Fair (judul asli: Lust och fägring stor ).

Karena tema "jatuh cinta pada orang yang salah" adalah hal yang abadi. Film ini mengajarkan bahwa setiap tindakan punya konsekuensi. Tanpa memberikan spoiler berlebihan, ending film ini menyentuh dan meninggalkan rasa melankolis yang dalam. Ini adalah cerita tentang masa dewasa yang penuh sesal, kenangan indah yang menyakitkan, dan kenyataan bahwa hidup tidak selalu adil—sesuai judulnya, All Things Fair (diadaptasi dari peribahasa "All is fair in love and war").

The film is set in the 1940s and tells the story of a young girl named Malin, who grows up in a small town in Sweden during World War II. Malin is a curious and ambitious teenager who develops a passion for photography. As she navigates her relationships with her family and friends, Malin finds solace in her art and begins to explore her own identity.

Mengapa film ini masih dicari dalam format sub Indo hampir 30 tahun kemudian?

Alasan lain untuk mencari link streaming film ini adalah visualnya. Sutradara Bo Widerberg adalah maestro. Penggunaan pencahayaan alami, warna-warna hangat vintage , dan camera movement yang mengikuti gerak karakter menciptakan atmosfer yang intim.

4,5/5